Rabu, 29 Februari 2012

Diyat dan Kaffarat

A.   DIYAT
1.    Pengertian Diyat
     Menurut bahasa diyat berarti denda atau tebusan. Sedangkan menurut istilah syara’ diyat adalah pemberian sejumlah barang atau uang kepada keluarga korban sebagai ganti hulum qishosh yang telah dimaafkan oleh keluarga korban.
2.    Sebab – Sebab Diyat
Ø  Pembunuhan yang disengaja, bila ahli waris korban memaafkan, maka tidak ada qishas bagi pembunuh melainkan membayar diyat kepada keluarga korban.
Ø  Pembunuhan yang tidak disengaja.
Ø  Pembunuhan yang mirip disengaja.
Ø  Pembunuh melarikan diri sebelum dijatuhi hukuman qishosh,
maka yang dikenakan diyat adalah anggota keluarga pembunuh.
Ø  Membuat cacat anggota badan orang lain.
3.    Macam – Macam Diyat
a)    Diyat mugholladhoh ( denda berat )
     Yaitu harus membayar dengan 100 ekor unta, terdiri dari :
30 ekor hiqqoh ( unta betina berumur 3 – 4 tahun ), 30 ekor jadza’ah ( unta betina berumur 4 – 5 tahun ), dan 40 ekor khiffah
( unta betina yang bunting ).
Diyat mugholladhoh ini diwajibkan kepada :
·         Pembunuhan disengaja, tetapi dimaafkan oleh keluarga terbunuh, maka wajib membayar diyat sebagai pengganti qishosh, pembayarannya secara tunai.

·        + Pembunuhan seperti disengaja.
·         Pembunuhan tidak disengaja di tanah haram atau kota Makkah.
·         Pembunuhan tidak disengaja yang dilakukan di bulan haram yaitu bulan Dzulqo’dah, Dzulhijjah, Muharrom dan Rojab.
·         Pembunuhan tidak disengaja terhadap muhrim, kecuali pembunuhan orang tua terhadap anak.
b)    Diyat mukhoffafah ( denda ringan )
     Yaitu harus membayar berupa 100 ekor unta, terdiri dari 20 ekor unta hiqqoh, 20 ekor unta jadza’ah, 20 ekor unta labun ( unta betina berumur lebih dari dua tahun ), 20 ekor ibnu labun ( unta jantan berumur lebih dari dua tahun ), 20 ekor unta makhod ( unta betina berumur lebih dari satu tahun ).
Diyat mukhoffafah ini diwajibkan kepada :
·         Pembunuhan yang tidak disengaja selain di tanah haram, selain bulan haram, dan bukan kepada muhrim.
·         Orang yang sengaja membuat cacat anggota badan seseorang tetapi telah dimaafkan keluarga korban.

Senin, 06 Februari 2012

Biografi Habiburrahman El Shirazy

Habiburrahman El Shirazy


Biografi :
Tempat & Tanggal Lahir :
Semarang, 30 September 1976

Nama Lengkap :
Habiburrahman El Shirazy

Habiburrahman adalah sarjana Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir dikenal sebagai dai, novelis, sutradara dan penyair. Karya-karyanya banyak diminati tak hanya di Indonesia, tapi juga negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei. Karya-karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca. Diantara karya-karyanya yang telah beredar dipasaran adalah Ayat-Ayat Cinta (telah dibuat versi filmnya, 2004), Di Atas Sajadah Cinta, Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (2005), Ketika Cinta Bertasbih 1 (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Desember, 2007) dan Dalam Mihrab Cinta (2007). Kini sedang merampungkan Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, dan Bulan Madu di Yerussalem.

Pengertian dan Macam - Macam Drama


Drama adalah suatu aksi atau perbuatan (bahasa yunani). Sedangkan dramatik adalah jenis karangan yang dipertunjukkan dalan suatu tingkah laku, mimik dan perbuatan. Sandiwara adalah sebutan lain dari drama di mana sandi adalah rahasia dan wara adalah pelajaran. Orang yang memainkan drama disebut aktor atau lakon.
Drama menurut masanya dapat dibedakan dalam dua jenis yaitu drama baru dan drama lama.
1. Drama Baru / Drama Modern
Drama baru adalah drama yang memiliki tujuan untuk memberikan pendidikan kepada mesyarakat yang umumnya bertema kehidupan manusia sehari-hari.
2. Drama Lama / Drama Klasik
Drama lama adalah drama khayalan yang umumnya menceritakan tentang kesaktian, kehidupan istanan atau kerajaan, kehidupan dewa-dewi, kejadian luar biasa, dan lain sebagainya.
Macam-Macam Drama Berdasarkan Isi Kandungan Cerita :
1. Drama Komedi
Drama komedi adalah drama yang lucu dan menggelitik penuh keceriaan.
2. Drama Tragedi
Drama tragedi adalah drama yang ceritanya sedih penuh kemalangan.
3. Drama Tragedi Komedi
Drama tragedi-komedi adalah drama yang ada sedih dan ada lucunya.
4. Opera
Opera adalah drama yang mengandung musik dan nyanyian.
5. Lelucon / Dagelan
Lelucon adalah drama yang lakonnya selalu bertingkah pola jenaka merangsang gelak tawa penonton.
6. Operet / Operette
Operet adalah opera yang ceritanya lebih pendek.
7. Pantomim
Pantomim adalah drama yang ditampilkan dalam bentuk gerakan tubuh atau bahasa isyarat tanpa pembicaraan.

Jumat, 03 Februari 2012

Biografi Chairil Anwar

Chairil Anwar

Chairil Anwar dilahirkan di Medan, 26 Julai 1922. Chairil Anwar merupakan anak tunggal. Ayahnya bernama Toeloes, mantan bupati Kabupaten Indragiri Riau, berasal dari Taeh Baruah, Limapuluh Kota, Sumatra Barat. Sedangkan ibunya Saleha, berasal dari Situjuh, Limapuluh Kota. Dia masih punya pertalian keluarga dengan Sutan Sjahrir, Perdana Menteri pertama Indonesia. Dia dibesarkan dalam keluarga yang cukup berantakan. Kedua ibu bapanya bercerai, dan ayahnya menikah lagi. Selepas perceraian itu, saat habis SMA, Chairil mengikut ibunya ke Jakarta.

Chairil masuk sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Hindia Belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.

Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastra. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.

Semasa kecil di Medan, Chairil sangat dekat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:

Pages - Menu

followers